RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) Makassar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian nasional penentuan Hari Raya Idulfitri 2026, yang hasilnya akan dibahas dalam sidang isbat di tingkat pusat pada hari yang sama.

Pemantauan hilal di Sulawesi Selatan dipusatkan di Observatorium Unismuh Makassar yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin. Lokasi tersebut merupakan salah satu dari 117 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menjelaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal di Makassar melibatkan berbagai unsur lintas lembaga dan organisasi keagamaan.

“Rukyatul hilal 1 Syawal 1447 H di Sulsel dilaksanakan dengan melibatkan Kanwil Kemenag Sulsel, Badan Hisab Rukyat (BHR) Sulsel, BMKG Makassar, MUI Sulsel, Pengadilan Agama, lembaga pemantau dari perguruan tinggi, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memastikan proses penentuan awal Syawal berjalan secara transparan, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil rukyatul hilal dari Sulawesi Selatan nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI di Jakarta.

“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah termasuk Sulsel, yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” jelas Ali Yafid.

Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H, di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.

YouTube player