Kemenag Sulsel Siapkan 492 Masjid Ramah Pemudik Jelang Idulfitri 1447 H
Ali Yafid menjelaskan bahwa layanan yang disiapkan di masjid-masjid tersebut meliputi pembukaan akses selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet serta ketersediaan air wudhu.
Selain itu, fasilitas lain yang juga disiapkan antara lain tempat istirahat yang nyaman, ruang ibadah, pengisian daya gawai, penyediaan air minum dan makanan ringan, hingga pusat informasi bagi para pemudik.
Tidak hanya masjid, Kementerian Agama Sulsel juga menyiagakan fasilitas milik satuan kerja seperti madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA), terutama yang berada di jalur utama perjalanan pemudik.
“Selain Masjid, Kementerian Agama Sulsel juga secara khusus menyiagakan fasilitas yang dimiliki satkernya seperti Madrasah dan KUA khususnya yang berada di jalur utama pemudik untuk turut serta memberikan layanan. Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi pemudik, dalam beribadah dan beristrahat sejenak dalam perjalanan mudik, hingga selamat sampai tujuan,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Yafid juga menyampaikan informasi awal terkait potensi perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan sementara dari BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan, terdapat kemungkinan Idulfitri jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penetapan resmi hari raya tetap menunggu keputusan sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI pada 19 Maret 2026 di Jakarta.
Ali Yafid menilai masyarakat Indonesia sudah semakin dewasa dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan hari raya tersebut.
“saya yakin, umat kita sudah sangat dewasa menyikapi adanya perbedaan, karena yang lebih utama adalah Ukhuwah atau rasa persaudaraannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan hari raya keagamaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. (*)








Tinggalkan Balasan