Konferwil XVI GP Ansor Sulsel: Perkuat Peran Pemuda dalam Isu Kedaulatan Pangan
“Dulu beberapa tahun yang lalu beberapa anggota bahkan sampai sempat malu mengenakan atribut milik GP Ansor ini, namun saat ini bisa kita lihat sahabat-sahabat merasa bangga, bahkan yang bukan kader pengen atau mau untuk menjadi bagian dari GP Ansor,” ungkapnya.
Ia menilai penerimaan publik terhadap Ansor semakin luas karena orientasi pengabdian organisasi yang nyata di tengah masyarakat.
“Artinya apa, GP Ansor itu sudah sangat diterima masyarakat, karena memang orientasinya saya kira bagaimana bisa bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya di internal saja, jadi ada beragam macam pengabdian yang menjadi amanah dari organisasi,” lanjutnya.
Mabrur berharap Konferwil XVI dapat menjadi momentum evaluasi dan lompatan kemajuan organisasi di Sulawesi Selatan.
“Jadi diharapkan Konferwil ini menjadi evaluasi yang baik, sebagai organisasi hari ini tentu kita harapkan pimpinan wilayah memang sudah bagus, tentu kita mau yang lebih bagus lagi, lebih progresif lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus, menjelaskan bahwa pemilihan tema kedaulatan pangan bukan tanpa alasan. Tema tersebut merupakan turunan dari program prioritas pimpinan pusat yang harus disinergikan hingga ke tingkat cabang.
“Untuk tema turunan dari apa yang menjadi program prioritas dari pimpinan pusat, sehingga ini harus disinergikan. Mulai dari pimpinan pusat, ke pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang,” ujarnya.
“Apa yang menjadi gagasan besar dari pimpinan pusat ini bisa terimplementasi ke bawah,” lanjutnya.
Rusdi menekankan bahwa isu ketahanan pangan merupakan tantangan global yang perlu diantisipasi sejak dini. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus memiliki kesiapan menghadapi potensi krisis pangan di masa depan.
“Tentu juga sinergi dengan program pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, sehingga isu soal ketahanan pangan memang menjadi isu hingga ke bawah-bawah. Kita harus menyiapkan diri ketika nanti mengalami krisis pangan, sehingga ini harus disiapkan sedari dulu, karena dunia hari ini bergerak terus dan salah satu yang diprediksi adalah isu soal pangan, sehingga kita tidak kaget ketika nanti tiba-tiba krisis pangan, sehingga ini kita harus disiapkan lewat GP Ansor,” katanya.








Tinggalkan Balasan