Selain memaparkan capaian ekonomi, OJK Sulselbar juga menyoroti kondisi kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan Sulawesi Selatan tercatat berada pada tren menurun hingga mencapai 7,60 persen per Maret 2025. Angka ini berada di bawah rata-rata nasional yang berada di level 8,47 persen.

Sementara itu, indeks pembangunan manusia (IPM) Sulawesi Selatan juga dilaporkan konsisten berada pada kategori tinggi dengan nilai 75,18 pada tahun 2024. Meski demikian, Muchlasin mengingatkan bahwa persoalan ketimpangan pendapatan masih menjadi perhatian serius.

“Gini rasio kita menunjukkan angka moderat di atas 0,3, sehingga pemerataan kesejahteraan perlu terus didorong,” ujarnya.

Muchlasin menegaskan bahwa OJK terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan lembaga jasa keuangan lainnya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia berharap berbagai indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren perbaikan dapat dipertahankan, sekaligus diimbangi kebijakan pembiayaan inklusif dan penguatan sektor prioritas demi menjaga daya beli, mendorong investasi, serta menciptakan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan. (*)

YouTube player