Bupati Luwu Utara Keluarkan 6 Kebijakan Pro-Rakyat, Apa Saja?
RAKYAT.NEWS, LUWU UTARA – Usai satu menjabat sebagai Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile sekalu Wakil Bupati langsung tancap gas dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang dinilai pro-rakyat.
Sejumlah langkah strategis diambil untuk menangani persoalan banjir dan infrastruktur jalan yang menjadi keluhan utama masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPUTRPKP2) Luwu Utara, Muharwan, mencatat sedikitnya enam kebijakan darurat yang telah diterapkan sejak pasangan bertagline “Aman ji” ini dilantik oleh Presiden pada 20 Februari 2024 lalu.
“Kebijakan yang dikeluarkan Bupati Andi Rahim berfokus pada penanganan banjir dan infrastruktur jalan, yang selama ini menjadi tantangan utama di Luwu Utara,” ujar Muharwan, Jumat (4/4/2025).
Enam Kebijakan Strategis
Pertama, penanganan tanggul di Desa Polewali dengan melakukan normalisasi menggunakan tiga alat berat milik Pemda. Meski wilayah ini berada dalam kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Bupati tetap mengambil langkah cepat demi keselamatan warga.
“Kewenangan memang ada di pusat, tetapi Bapak Bupati menunjukkan komitmennya untuk bertindak cepat dalam mengatasi banjir,” ungkap Muharwan.
Kedua, penanganan banjir di wilayah Baebunta Selatan, meliputi Desa Beringin Jaya, Lawewe, dan Lembang Lembang. Langkah serupa juga dilakukan di Kecamatan Malangke Barat, yakni di Desa Limbong Wara’ dan Wara’, dengan penutupan tanggul menggunakan geobag dan jumbo bag hasil koordinasi dengan Kementerian PUPR.
Ketiga, penanganan longsor di Desa Minanga, Kecamatan Rongkong, dengan membuka jalan alternatif yang didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Sulawesi Selatan.
Keempat, perbaikan ruas jalan Masamba-Pincara sepanjang 1,5 kilometer untuk membuka akses menuju Kecamatan Rampi. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan TNI dalam program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Kelima, penanganan gerusan air yang merusak bronjong di Desa Baloli, Kecamatan Masamba. Proyek ini juga akan melibatkan TNI dalam program TMMD.
Keenam, pemeliharaan dan perapihan ruas jalan di Lassa, jalur utama menuju ibu kota Kecamatan Seko. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi warga tetap lancar.
“Enam kebijakan ini membuktikan bahwa Bupati Andi Rahim tidak menunda pekerjaan dan langsung bergerak menangani permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat,” tegas Muharwan.
Dengan kebijakan proaktif ini, masyarakat Luwu Utara diharapkan merasakan dampak nyata dari kepemimpinan baru yang mengutamakan kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah. (Ari Laupa)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan